Sabtu, 31 Mei 2014

SOROT KIRAP BUDAYA DESA KWARASAN


Nenek Welas 90 Tahun Ikuti Kirab Budaya 
Nglipar,(sorotgunungkidul.com)--Luar biasa. Nenek usia 90 tahun, kuat berjalan 5 km. Melenggang, menari diringi tetabuhan tradisional, berupa kentongan bambu. Peristiwa yang langka terjadi.  Hal itu ada di Desa Kedungkeris, Kecamatan Nglipar pada prosesi kirab budaya, Minggu (04/05/2014) kemarin, dalam rangka rasulan.
“Saya angkat jempol dan penghargaan yang setinggi-tingginya terhadap semangat warga Kwarasan, Kedungkeris. Terlebih penampilan Mbah Welas (90). Sudah  uzur, masih  kuat mengikuti kirab budaya,” ungkap Sabarisman Camat Nglipar yang duduk pada dingklik kehormatan.
Sarjono dari Dewan Kebudayaan, sepanggung dengan Camat Nglipar menilai, “Ini kirab budaya terbesar dan pertama kali di Gunungkidul. Tiga padukuhan, yaitu Kwarasan Kulon, Tengah serta Kwarasan Wetan,  yang hanya terdiri dari 18 RT mampu menampilkan 52 bregodo (barisan).”
Sukapto, SE (54), salah satu anggota panitia menjelaskan, kirab budaya ini akan dilakukan secara rutin saban tahun. Tujuan utama, untuk melestarikan budaya, sekaligus menyongsong perkembangan pariwisata.
Ditemui di kerumunan kirab budaya, Murdiyanto, SE  Kepala Desa Kedungkeris yang baru menjabat 6 bulan, menyebut secara global, biaya kirab tidak kurang dari Rp 85 juta. “Semua swadaya masyarakat, dan sedikit  donatur. Saya berpesan, agar masyarakat tidak perlu memaksa diri. Tidak mengira, kirab malah semeriah ini,” katanya.
Kirab hari itu, dimulai pukul 11.30 WIB, berakhir pukul 16.05 WIB. Start dari Desa Kedungkeris finish di Padukuhan Kwarasan. Disediakan satu trophy bergilir dan Rp 3 juta  total uang pembinaan untuk juara I, II, II serta juara harapan I dan II.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar